Kamis, 11 September 2008

Chapter 1 - A Day of Peace

Di negeri Elensia, selalu ada kedamaian. Setiap pagi, burung berkicau dan ayam berkokok. Semua senang, tidak terkecuali Elfriad, penjaga perbatasan daerah selatan Elensia. Elfriad melayani turis yang ingin ke Elensia yang sangat luas. Setiap harinya, Elfriad dan kawan-kawannya di perbatasan daerah masing-masing harus melayani ribuan orang yang menjadi turis di Elensia. Negeri Elensia termasuk yang teraman di zona Parteria.

Di dunia Qastrane, ada beberapa zona, yaitu Parteria, Wandifia, Ewakien, Dougerni, dan Zainsifed. Negeri Elensia ada di zona Parteria. Ada banyak negeri di dunia Qastrane. Banyak negeri yang menjadi sahabat Elensia. Sang raja bernama Gathir. Raja ini sangat baik. Apapun yang diperlukan warganya akan diberikan.

Setiap pagi, penduduk melakukan aktivitas masing-masing. Tanpa mengeluh sedikitpun. Para petani sangat senang karena musim panen akan tiba sebentar lagi. Anak-anak tidak sabar karena akan ada parade di negeri Elensia. Seluruh penduduk selalu senang. Setiap siang, para penduduk beristirahat dari aktivitasnya. Pada sore hari, Elfriad dan kawan-kawannya harus menjaga perbatasan dengan lebih sigap daripada pagi dan siang harinya. Ketika matahari terbenam, para penduduk menghentikan aktivitasnya.

Kemudian, mereka bersiap-siap untuk tidur. Begitulah yang dilakukan setiap hari oleh penduduk Elensia. Suatu hari, Elfriad merasakan ada yang aneh di Elensia. Dia menuju ke bagian dalam negeri Elensia. Ternyata, seluruh penduduk Elensia berkumpul di istana Elensia. "Ada apa gerangan?" gumam Elfriad. Apa yang telah terjadi di istana Elfriad?

==========================================

Saking penasarannya Elfriad, dia sampai melupakan ribuan turisnya. Untung, dia memiliki beberapa robot. Robot-robot itu ahli melayani para turis. Elfriad melihat di istana, sang raja sedang membuat pameran perhiasan yang dibuat oleh para pekerjanya. Dan perhiasan itu dijual dengan mahal sekali kepada para orang mampu.

Rencananya, uang hasil pameran tersebut akan dibagikan kepada orang miskin. Setelah terkumpul 200 juta Qione (mata uang di Elensia), raja membagi-bagikan uang tersebut kepada rakyat miskin. Rakyat miskin bersorak gembira karena mendapatkan banyak uang. Rakyat mampu senang karena mendapatkan perhiasan yang sangat mahal. Tetapi, orang mampu ini tidak suka pamer. Itulah sisi baik mereka. Orang-orang di sini sikapnya bisa dibilang... sempurna! Setelah Elfriad mengetahuinya, dia kembali ke perbatasan selatan, mengurus para turis, membiarkan robotnya beristirahat.

Pada malam harinya, tiba-tiba, terdengar ledakan dari istana. Suasana panik melanda seluruh Elensia. "Kenapa ini? Kenapa ada ledakan?" gumam Elfriad, sambil berlari sekuat tenaga. Istana diledakkan seseorang dari dalam! Siapakah dia sebenarnya?

Flashback:Tadi pagi, waktu Elfriad melihat-lihat perhiasan, ada yang menginginkan satu-satunya perhiasan yang tidak dijual pada pameran itu. Perhiasan itu adalah kalung yang di bagian depannya terdapat emas 24 karat berbentuk segitiga seberat 25 gram. Orang tersebut ingin membelinya. Tetapi raja menolaknya. Biarpun bernegosiasi dari 100 juta hingga 100 miliar Qione pun, raja tetap tidak ingin menjualnya. Elfriad melihat bahwa orang tersebut membawa beberapa pengawal.

Elfriad datang ke istana. Ternyata, bagian bawah tanah istana diledakkan. Elfriad mencurigai orang yang menginginkan kalung emas segitiga itulah yang mempunyai rencana ini. Tetapi, apakah benar bahwa orang itu pelakunya?

==========================================

Elfriad melihat bagian bawah tanah telah terbakar. Beruntung, para anggota pemadam kebakaran sedang berjaga-jaga di istana. Jadi, api tidak menyebar ke lantai istana yang lebih tinggi lagi. Tanpa banyak bicara, Elfriad pergi dari istana. Besok harinya, tidak ada turis yang datang ke Elensia. Rupanya, para turis telah mendengar berita bahwa ada ledakan di istana. Takut menjadi korban, para turis tidak jadi datang.

Tiba-tiba, Elfriad, Quanre (penjaga perbatasan barat), Shiagen (penjaga istana), dan Etichia (ketua keamanan istana), dipanggil untuk menghadap raja. Raja memberikan tugas untuk mencari tahu siapa yang meledakkan istana, apa motifnya, dan kapan dia merencanakannya.

Maka, mereka berempat segera mengecek bagian bawah istana. "Ada yang aneh..." kata Quanre yang memiliki mata yang sangat tajam. Ternyata, ada serbuk mesiu di situ. "Aku menduga bahwa orang yang meledakkan istana merancang bom dari bawah tanah" kata Quanre. Ada jejak kaki di daerah bawah tanah menuju lantai satu istana. Dan jejak kaki itu ada hingga ke perbatasan selatan. "Hei, jangan-jangan... dia melarikan diri ke hutan Shiore!" duga Elfriad. Maka, segeralah mereka berempat menuju hutan Shiore!

1 komentar:

Chantique mengatakan...

Ceritanya pendek sekali ya, sepertinya masih bisa dieksplor lebih mendalam agar pembaca bisa lebih menghayatinya.

Btw, salam kenal ^^